Rabu, 30 Desember 2009

Sedikit Puitis

Hati dan akal

Seakan-akan jiwa terperangkap dan terbelunggu
Diantara hati dan akal yang berseteru
Ironis sekali, hati dan akal
Saat hati dan akal saling berkata lain, berdebat, tidak sia kata
Saat hati dan akal menginginkan sesuatu yang lain
Dan akalpun menghalang hati mendapat yang diinginkan
Sangat menyedihkan, bukan?

Tidak seperti biasa
Hati dan akal selalu seirama,
Hati dan akan selalu melengkapi
Saat akal salah melangkah, hatipun datang mengingatkannya
Dan begitu sebaliknya
Namun kali ini tidak

Hati mencoba lari jauh dan jauh, mencari jalan, mencari sesuatu yang lain
Mengembara, berkelana
Ketempat tempat tempat yang asing
Diisi oleh wajah –wajah yang ia tidak ia kenal
Hingga dapat melupakan apa yang ia ingin miliki
Sesekali hatipun mampu melupakan
Sesaat dan hanya sesaat sayangnya
Karena sang hati telah lelah berlari
Dan ingin berhenti berlari

Masih saja hati tak dapat melupakan apa yang ia inginkan
Karena keinginan itu tidak hilang, sungguh aneh
Mungkin karena ia masih dekat, terlalu dekat
Tetapi, sang hatipun menyadari
Bahwasanya ia tidak akan pernah memiliki apa yang dia inginkan
Biarkan begini hati berkata,
Biarkanlah aku bersama waktu yang terus mengembara

Hati hanya bisa menatap dan itu sajaLalu apa yang hati itu inginkan?
Ternyata sekeping hati yang lain
Tapi sekeping hati itu bukan untuknya
Sanyangnya.......


Ditulis: Sunday, March 18, 2007
Multimedia University, Malaysia......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar