Kota Itu....
Senyum ku tidak seperti dulunya
Tawa ku juga tidak seperti dulunya
Juga canda ku, begitu pula tangisku.
Kota itu yang dulu megah, tidak seperti dulunya,
Hilang indahnya, bersihnya, rapinya.
Berganti porak dan poranda?
Tangisan anak manusia, saat hidupnya tidak seperti hidup, matinya tapi tidak mati,
Bagi segelintir jiwa.
Hati tersayat keras, airmata berurai deras,sedih tidak terkata.
Habis kata gambarkan rasa.
Gempa menelan kotaku, tinggalkan hanya pilu.
Adakah tuhan menegur bangsaku,
Adakah kami terlalu jauh melangkah,
Adakah kami yang tidak lagi bersujud.
Kini kami bersujud di hadapanMu,
Dengan keangkuhan kami yang telah terkubur,
Dengan segala pengakuan atas kekuasaan Mu.
Cukuplah kau coba kami ya Tuhanku.
Ditulis: Pasca Gempa Sumbar, Indonesia
Rabu, 30 Desember 2009
Sedikit Puitis
Hati dan akal
Seakan-akan jiwa terperangkap dan terbelunggu
Diantara hati dan akal yang berseteru
Ironis sekali, hati dan akal
Saat hati dan akal saling berkata lain, berdebat, tidak sia kata
Saat hati dan akal menginginkan sesuatu yang lain
Dan akalpun menghalang hati mendapat yang diinginkan
Sangat menyedihkan, bukan?
Tidak seperti biasa
Hati dan akal selalu seirama,
Hati dan akan selalu melengkapi
Saat akal salah melangkah, hatipun datang mengingatkannya
Dan begitu sebaliknya
Namun kali ini tidak
Hati mencoba lari jauh dan jauh, mencari jalan, mencari sesuatu yang lain
Mengembara, berkelana
Ketempat tempat tempat yang asing
Diisi oleh wajah –wajah yang ia tidak ia kenal
Hingga dapat melupakan apa yang ia ingin miliki
Sesekali hatipun mampu melupakan
Sesaat dan hanya sesaat sayangnya
Karena sang hati telah lelah berlari
Dan ingin berhenti berlari
Masih saja hati tak dapat melupakan apa yang ia inginkan
Karena keinginan itu tidak hilang, sungguh aneh
Mungkin karena ia masih dekat, terlalu dekat
Tetapi, sang hatipun menyadari
Bahwasanya ia tidak akan pernah memiliki apa yang dia inginkan
Biarkan begini hati berkata,
Biarkanlah aku bersama waktu yang terus mengembara
Hati hanya bisa menatap dan itu sajaLalu apa yang hati itu inginkan?
Ternyata sekeping hati yang lain
Tapi sekeping hati itu bukan untuknya
Sanyangnya.......
Ditulis: Sunday, March 18, 2007
Multimedia University, Malaysia......
Seakan-akan jiwa terperangkap dan terbelunggu
Diantara hati dan akal yang berseteru
Ironis sekali, hati dan akal
Saat hati dan akal saling berkata lain, berdebat, tidak sia kata
Saat hati dan akal menginginkan sesuatu yang lain
Dan akalpun menghalang hati mendapat yang diinginkan
Sangat menyedihkan, bukan?
Tidak seperti biasa
Hati dan akal selalu seirama,
Hati dan akan selalu melengkapi
Saat akal salah melangkah, hatipun datang mengingatkannya
Dan begitu sebaliknya
Namun kali ini tidak
Hati mencoba lari jauh dan jauh, mencari jalan, mencari sesuatu yang lain
Mengembara, berkelana
Ketempat tempat tempat yang asing
Diisi oleh wajah –wajah yang ia tidak ia kenal
Hingga dapat melupakan apa yang ia ingin miliki
Sesekali hatipun mampu melupakan
Sesaat dan hanya sesaat sayangnya
Karena sang hati telah lelah berlari
Dan ingin berhenti berlari
Masih saja hati tak dapat melupakan apa yang ia inginkan
Karena keinginan itu tidak hilang, sungguh aneh
Mungkin karena ia masih dekat, terlalu dekat
Tetapi, sang hatipun menyadari
Bahwasanya ia tidak akan pernah memiliki apa yang dia inginkan
Biarkan begini hati berkata,
Biarkanlah aku bersama waktu yang terus mengembara
Hati hanya bisa menatap dan itu sajaLalu apa yang hati itu inginkan?
Ternyata sekeping hati yang lain
Tapi sekeping hati itu bukan untuknya
Sanyangnya.......
Ditulis: Sunday, March 18, 2007
Multimedia University, Malaysia......
Pendahuluan....
It’s time to write…….sudah sekian lama keluar dari kampus membuat otak ini buntu. Seakan-akan ingin meledak menumpah semua isinya, seperti halnya gunung merapi mengeluarkan semua lava. Meskipun pilihan melanjutkan S2 sudah diwujudkan, namun masih berlum tercapai kepuasan untuk mecurahkan semua isi kepala……………
Sebagai karyawan swasta pada sebuah peruhaan telekomunkasi terkemuka di Jakarta merupakan suatu pencapaian yang bisa dikatakan cukup bagus. Tapi, dasar manusia tetap saja tidak pernah puas pada pencapaian yang telah diraih saat in, ingin lebih dan lebih. Tapi hal itu tentu saja memiliki sisi positif, jangan pernah puas dengan apa yang kita raih saat ini. Secara Pribadi saya bersyukur di anugrahkan rasa ingin lebih untuk mengetahui suatu hal yang baru ( or kata orang bule knowledge) dan itu mungkin salah satu sebab kenapa memilih untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Satu hal lagi ada dalam diri ini yang jika belum tercapai maka kepuasan itu tidak ada dirasakan adalah berpetualang ke benua eropa, walaupun sebelunya sudah pernah mengunjungi benua ini dalam rangka training, tetap saja sifat manusia…., tinggal di Munchen, Germany selama dua minggu tidak memuaskan diri ini.
hhhmmm sebuap mimpi yang cukup tinggi, tapi “no dream is too big” just like my friend said. Seperti halnya novel Andre Hirata ,Laskar Pelangi dan Sang pemimpi, dimana mimpi mampu mengubah masa depan seorang anak manusia dan membuat hidup lebih hidup. Perlu diingat juga, mimpi lah awal terwujudnya sebuah Negara Republik Indonesia. Mimpi untuk hidup merdeka dan berdaulat dibawah bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mimpi ini lah yang membawa Soekarno dan sejumlah putra putri terbaik bangsa denga segala pengorbanan berjuang untuk merdeka. Maka jangan pernah berhenti bermimpi, karna mungkin pada satu tahap kita tidak punya apa-apa melainkan hanya mimpi, perhaps…..mimpi inilah yang membuat kita terus bertahan…………….. Jangan pernah pandang rendah mimpi sobat…….
Blog…….., sudah lama aku mendengar kata2 ini. Saat satu dunia heboh dengan bloggers, blogging, ngeblog dan blog2 lain, aku masih saja tertidur cukup lama. Tapi tidur yang tidak nyaman, seperti tidurnya gunung merapi tadi. Blog sarana IT yang cukup efektif dalam menyalurkan segala unek-unek dan inspirasi keseluruh belahan dunia. So….lets blogging….
Sebagai karyawan swasta pada sebuah peruhaan telekomunkasi terkemuka di Jakarta merupakan suatu pencapaian yang bisa dikatakan cukup bagus. Tapi, dasar manusia tetap saja tidak pernah puas pada pencapaian yang telah diraih saat in, ingin lebih dan lebih. Tapi hal itu tentu saja memiliki sisi positif, jangan pernah puas dengan apa yang kita raih saat ini. Secara Pribadi saya bersyukur di anugrahkan rasa ingin lebih untuk mengetahui suatu hal yang baru ( or kata orang bule knowledge) dan itu mungkin salah satu sebab kenapa memilih untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Satu hal lagi ada dalam diri ini yang jika belum tercapai maka kepuasan itu tidak ada dirasakan adalah berpetualang ke benua eropa, walaupun sebelunya sudah pernah mengunjungi benua ini dalam rangka training, tetap saja sifat manusia…., tinggal di Munchen, Germany selama dua minggu tidak memuaskan diri ini.
hhhmmm sebuap mimpi yang cukup tinggi, tapi “no dream is too big” just like my friend said. Seperti halnya novel Andre Hirata ,Laskar Pelangi dan Sang pemimpi, dimana mimpi mampu mengubah masa depan seorang anak manusia dan membuat hidup lebih hidup. Perlu diingat juga, mimpi lah awal terwujudnya sebuah Negara Republik Indonesia. Mimpi untuk hidup merdeka dan berdaulat dibawah bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mimpi ini lah yang membawa Soekarno dan sejumlah putra putri terbaik bangsa denga segala pengorbanan berjuang untuk merdeka. Maka jangan pernah berhenti bermimpi, karna mungkin pada satu tahap kita tidak punya apa-apa melainkan hanya mimpi, perhaps…..mimpi inilah yang membuat kita terus bertahan…………….. Jangan pernah pandang rendah mimpi sobat…….
Blog…….., sudah lama aku mendengar kata2 ini. Saat satu dunia heboh dengan bloggers, blogging, ngeblog dan blog2 lain, aku masih saja tertidur cukup lama. Tapi tidur yang tidak nyaman, seperti tidurnya gunung merapi tadi. Blog sarana IT yang cukup efektif dalam menyalurkan segala unek-unek dan inspirasi keseluruh belahan dunia. So….lets blogging….
Langganan:
Postingan (Atom)